Ryeowook Birthday special Fanfiction :D


 

Aku melihat jam di dinding. Pukul 01.00 AM KST, namun mataku tak mau tertutup. Aku menatap tempat tidur Yesung hyung,dia telah terlelap tidur. Aku tau dia lelah seharian berlatih drama musical. Huft. Aku melihat Ddangkoma. Ddangkoma juga sepertinya sedang tidur. Aku beranjak keluar dari kamar dan menuju dapur,kemudian membuat cemilan dan berjalan ke beranda. Imsonia ku benar benar kumat dan aku tak tau aku akan merasa mengantuk pukul berapa. Aku menatap jalanan kota Seoul yang lengang. Tentu saja, sekarang sudah benar benar larut. Read more…

The Lost of Chicken


Onew berjalan dengan kesal menuju rumah setelah kembali dari Karaoke bersama Jonghyun, Key, Minho dan Taemin.

“ AAAAA “ Onew berteriak frustasi.” Bagaimana mungkin aku dapat nilai 60 sedangkan orang lain mendapat nilai diatas 90? Babooo ~~ !! “ Onew memukul mukul kepalanya sendiri dengan ekspresi kesal. Dia lalu menendang kerikil yang ada di depannya.

“ Ya!! Hati – hati kalau menendang sesuatu… “ Teriak seseorang sambil mengelus – elus kepalanya.

Onew yang kesal malah mendamprat orang tersebut ( -_-“ ) “ Yaa, kau yang salah! Kenapa berdiri di depanku. “ Onew tetap berjalan tanpa memperdulikan orang tersebut.

“ Jangan macam – macam denganku. Kau tak tau siapa aku Hohohohoho… “

“ Memangnya kau siapa? “ Tanya Onew.

“ Akulah Yesung, Sang penyihir Huahahahaha… “

Onew hanya memandang Yesung tak peduli.

“ Ya! Lihat saja kau nanti, akan ku ambil sesuatu yang sangat berharga di hidupmu!! “ Penyihir Yesung mencak – mencak kepada Onew. Onew hanya mendengus sebal dan tetap berjalan menuju rumahnya.

***

                “ Aku pulang… “ Onew membuka pintu rumahnya dengan gontai .

“ Kenapa baru pulang sekarang? Dari tadi kau kemana saja? “ Umma Onew menceramahi onew setengah jam ( –“ ) Tetapi onew hanya menganggap semuanya angin lalu karena pikirannya masih melayang layang kemana – mana. Sesaat kemudian, ia langsung terkapar di kamarnya.

** Keesokan Harinya **

“ Umma ~~ Ayam gorengnya manaaaaaa? “ Onew mencak mencak pada ummanya.

“ Lho? Apa kau tak tau berita terbaru? “

Onew menggeleng.

“ Ayam goreng menghilang, ah tidak tidak! Semua ayam di seluruh dunia menghilang. “

“ MWO?!!! “ Onew kelihatan panik dan pucat. “ Umma tak bercanda kan? “

“ Kenapa harus bercanda dengan hal – hal seperti itu? “

“ TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKK!!!! “  Onew sukses pingsan di tempat 😀

* Salah satu ff gak jelas saya HAHAHA Read more…

Fall of You ( Twoshoots )


Pernahkah kau begitu mencintai seseorang begitu besarnya ?

                Pernahkah kau mencintai seseorang yang kau sebut ‘idola’ sebegitu kuatnya hingga kau merasa hidupmu hanya untuknya?

                Aku pernah. Tidak. Tidak. Maksudku, aku sekarang mengalaminya. Dan rasanya… Entahlah.

***

                Aku memandangi layar yang ada di hadapanku, menampilkan sebuah sosok yang begitu kusayang. Meskipun dia bahkan tak tau aku,aku tetap mencintainya.

                Aku memang seorang penggemar – tak lebih – , tapi aku menyayanginya dengan semua hatiku. Aku menyayanginya bukan sebagai seorang bintang. Aku menyayanginya sebagai seorang Lee Jinki. Sebagai dirinya sendiri.

                Meskipun aku belum pernah bertemu langsung dengannya, aku ingin mengenal dirinya lebih jauh lagi. Aku ingin dia tetap tersenyum tulus dengan senyumannya yang begitu manis. Semakin lama memandangi wajahnya, semakin kuat pula keinginanku untuk bertemu dengannya.

                Dan sepertinya, Perlahan lahan Yang Maha Kuasa mendengarkan doaku.

***

                “ Hara ya! “ Yuki – teman sekelasku – menepuk pundakku pelan.

                “ Ne. Mworago? “

                “ Aku dengar SHINee akan mengadakan konser disini. Jeongmal? “

                Aku mengangguk. “ Ne,jeongmal. “

                “ Kau akan ikut ? “ Pertanyaan yang bagus , mengingat hampir seisi kelasku tau aku memang sangat mengidolakan SHINee terlebih Sang Leader, Dubu Onew.

                “ Semoga saja. “ Ya,semoga saja bisa, harapku dengan sepenuh hati.

                “ Waeyo? Kau terlihat ragu. “

                Aku menggeleng pelan, “ Aku harap aku bisa menabung agar dapat mengikuti konser tersebut. “

                “ Itu masih lama kan? Masih delapan bulan lagi. “

                “ Ne. “

                “ Fighting! “ Yuki menepuk pundakku pelan, memberikan semangat.

                Aku tertawa, “ Gomawo. “

***

                Banyak orang memandangku dengan ironis. Well,sebenarnya aku juga berpikir begitu. Bagaimana tidak? Aku menabung mati – matian untuk konser itu. Mati – matian dalam artian yang sebenarnya. Aku berjanji takkan membelanjakan uang jajanku dan semuanya kan kumasukkan kedalam tabungan, sehingga dengan begitu, aku harap uang tersebut akan terkumpul sesuai jumlah yang aku inginkan tepat waktu. Apakah itu bodoh? Aku belum berpikir jauh ke depan saat itu.

                “ Umma… “

                “ Ne. Waeyo? “

                Aku memainkan jari – jari tanganku, rasanya gugup sekali. Dadaku berdebar – debar dengan keras. “ Apa aku boleh menanyakan sesuatu? “

                Umma kemudian menatapku heran . “ Hal apa? Kelihatannya penting sekali. “

                “ Ehmm, apa aku boleh mengikuti konser SHINee? “ Akhirnya kukatakan juga. Perasaanku terasa lega,namun rasa cemas perlahan melingkupi hatiku menanti jawaban yang akan keluar dari jawaban Umma.

                “ Kau akan kesana dengan siapa? “

                “ Dengan temanku mungkin. Lagipula, konsernya diadakan di kota ini. “

                Umma berpikir sebentar dan melirik appaku. “ Umma dan Appa akan memikirkannya dulu. “ Ujar mereka. Aku mengangguk. Kuharap jawaban mereka sesuai harapanku.

***

                Hari itu terasa sangat menyakitkan. Hatiku rasanya teriris – iris dan terpecah belah berkeping – keping.

                “ Memangnya alasannya apa? “ Aku berteriak sambil menangis meraung – raung. Meskipun aku sudah terpikirkan akan seperti ini tapi mendengar hal ini langsung memang sangat menyakitkan.

                “ Kau sudah dewasa, Hara ya! Harusnya kau lebih bisa berpikir jernih dan melihat bagaimana hidup itu yang sebenarnya. Jangan tenggelam dalam duniamu sendiri. “

                “ Umma jahat!! “ Aku membanting pintu kamarku dengan kencang dan menangis sejadi – jadinya.

***

                Aku memegang kertas di hadapanku dengan yakin dan melangkah keluar gedung SM Entertaiment. Semua uang yang kutabung kuhabiskan untuk ini. Aku berjalan sedikit terburu – buru karena kelihatannya akan hujan. Kutatap jalanan di hadapanku dan seketika tubuhku membeku.

                Lima orang namja sedang berdiri disana,tertawa dan bercanda bersama. Air mataku jatuh tanpa sempat kutahan. Mereka… lima orang yang selama ini selalu berada di mimpiku sekarang berdiri disana. Berseberangan jalan denganku. Dan, Oh Tuhan… Senyum itu, senyum yang selalu membuatku terkena serangan jantung mendadak.

                Aku menatap kertas yang ada di hadapanku dan tangisku semakin menjadi – jadi. Apakah cukup dengan begini saja? Apakah semua pengorbananku takkan sia – sia? Apakah aku akan bisa berada disisi mereka? Nanti dan seterusnya? Apa aku akan diperbolehkan untuk bertemu , berbicara , tertawa dan bahagia bersama mereka untuk selamanya? Tuhan, apa doaku dikabulkan?

                Braaaaaaakkkk !!

***

                Selembar kertas itu melayang terbang dan akhirnya jatuh ke atas kepala namja tersebut.

           

 

 

               

 

SM Entertaiment 2011 Audition Form

            Name : Choi Hara

            Place and Date of Birth : Mokpo , October 26th 1995

            Talent : Sing and Dance

            The Reason to follow this audition : Cause I love onew so much and hope I can meet him eventhought just for one while.

 

            ………..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Namja itu memandangi kertas yang ada di hadapannya dan kemudian tersenyum.

                “ Gomawo… “ Ujarnya pada gadis yang sekarang telah berada di mobilnya menuju rumah sakit terdekat. “ Gomawo sudah menyayangiku sedemikian rupa, Hara ya! “

***

                The rain was fall…

                When you sleep in the middle of the road…

                You are like a steak…

                That covered by blood sauce…

 

                In the past , I always think…

                That the rain fall from the sky…

                But at the time, I know…

                That rain was fall from your eyes…

***

Read more…

The Rebelion #3 Stay Away From Them


Yesung menatap langit – langit kamarnya sembari memikirkan sesuatu yang baru saja dilakukannya tadi.

“ Apa aku aneh? Kenapa aku menolong Hara? Padahal kan dia bukan siapa – siapaku. “ Yesung terdiam sendiri. Ia kemudian menghembuskan napasnya perlahan. Ia melakukan hal tersebut berkali – kali sambil berusaha menenangkan pikirannya. Namun,suara ketukan di pintu kamarnya menghentikan aktivitasnya itu.

“ Nuguya ? “ Tanyanya sambil bangkit dan berjalan ke arah pintu kamarnya. Ia membuka pintu tersebut dan tampaklah seseorang yang sedang tersenyum dan membawa sesuatu di tangannya.

“ Annyeong Yesung. “ Ryeowook masuk ke kamar Yesung dan menaruh snack yang dibawanya di meja belajar Yesung.

“ Ne, annyeong Wookie. Tumben kau kemari malam – malam , sendiri pula . “ Ucap Yesung sambil menutup pintu kamarnya pelan dan segera menguncinya.

“ Hehehe, kau lupa? Tadi kan katanya kau mau minta diajarin Matematika. “

“ Iya sih. Tapi kan bagusnya aku belajar sama Kyuhyun saja di sekolah besok. “ Yesung menggaruk kepalanya.

“ Yah,mau gimana lagi. Aku kan sudah sampai disini. “ Ryeowook merenggut.

“ Yaa sudahlah. “ Yesung berbaring di tempat tidurnya, Ryeowook yang sedang duduk di kursi belajar Yesung,menatap bingung pada sahabatnya itu.

“ Wae? Apa ada sesuatu yang menganggu pikiranmu? “

Yesung segera bangkit dan menatap Ryeowook , “ Apa begitu jelas kelihatan ? “ Dari wajahnya kentara sekali bahwa ia cemas.

Ryeowook menggeleng pelan. “ Aku tau karena aku sudah hapal kebiasaanmu yang satu itu. Jadi apa memang ada sesuatu yang menganggumu ? “

Yesung menarik napas . “ Ne. “ Jawabnya pelan.

“ Apa ? Ceritakan saja. “

Dengan ragu – ragu , Yesung menjawab, “ Aku harap kau tak tertawa mendengarnya… “

Ryeowook terbelalak, “ Memangnya apa yang akan ku tertawakan? “

“ Sebenarnya, hmm… “ Yesung memutar kedua bola matanya, berusaha merangkai kata -kata yang akan ia ucapkan. “ Aku bingung kenapa aku membantu Hara. “ Yesung menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia terlihat salah tingkah.

“ MWO?! “ Ryeowook menatap Yesung lekat – lekat. “ Choi Hara Hoobae kita itu? “ Ryeowook berusaha mengingat – ingat wajah yeoja yang baru saja ia sebut namanya.

Yesung mengangguk.

“ Ini berita besar !! “ Mata Ryeowook berbinar – binar. Namun seketika binar – binar itu hilang berganti dengan wajah berpikir Ryeowook.

“ Kenapa ekspresimu tiba – tiba berubah begitu ? “

Ryeowook mengangkat bahunya , “ Kau punya saingan. “ Ia menatap prihatin pada Yesung.

“ Jinjayo? Nugu ? “

“ Eunhyukie salah satunya. “

“ MWO?! Aku tak rela menyerahkan Hara pada namja playboy seperti dia. “ Yesung mencibir.

“ Bagaimana kalau begini saja? Kau tinggal bilang pada Eunhyukie… “

“ Aah, benar juga. Gomawo . “ Yesung segera meraih ponselnya

To : Eunhyukie

                Monyet!!

                From : Eunhyukie

                Wae?

                To : Eunhyukie

                Mianhae, aku tak akan menyerahkan Hara padamu.

                From : Eunhyukie

                Wae? Kau menyukainya?

                To : Eunhyukie

                Pokoknya , aku tak akan menyerahkannya padamu.

                From : Eunhyukie

                Okay. Kalau kau menyukainya, ambil saja. Aku punya banyak koleksi kok. Kekekeke 😀 Jadi, kau mau aku ajarkan cara mendapatkannya?

                To : Eunhyukie

                Aniyo. Aku akan merebutnya dengan caraku sendiri.

                From : Eunhyukie

                Yeah, sesukamu sajalah. Nanti akan kukirimkan nomornya. Ottokhe? Aku namja yang baik kan?

                To : Eunhyukie

                Okay. Gomawo 😀 Doakan saja aku dapat meraih hatinya.

                From : Eunhyukie

                Sip. Sana,cepat bergerak sebelum dia diambil orang.

                Yesung tersenyum – senyum menatap layar ponselnya.

“ Ottokhe? “ Ryeowook bertanya dengan penuh rasa penasaran.

“ Dia mau saja , malah dia berkata akan memberikan nomornya Hara padaku. Berarti sekarang aku tak punya saingan kekeke. “ Yesung menyengir sangat lebar. Ryeowook hanya tersenyum mendengarnya.

“ Semoga saja begitu. “ Gumam Ryeowook dalam hati.

***

                Hara menatap pintu di depannya dengan ragu – ragu. “ Aduh, bagaimana ini? “ Jantungnya semakin berdebar tak karuan. Pintu itu sedikit tersibak , menampakkan aktivitas siswa di dalamnya. Seseorang yang di dalam kelas tersebut akhirnya menyadari keberadaan Hara dan segera menghampirinya.

“ Nuguya? Ada apa berdiri di depan pintu ini? “ Namja itu bertanya pada Hara.

“ Ah,ne. Aku sedang mencari Onew Sunbae. Apa dia ada? “

Namja itu menoleh ke arah kelasnya sebentar. “ Sepetinya ada. Tunggu, aku panggilkan dia sebentar. “ Namja itu meninggalkan Hara dan segera memanggil Onew.

“ Ada apa ? “ Onew menatap Hara. “ Mau meminta novelmu yang aku sita ? “ Tanya Onew.

Hara terkejut. “ Loh? Kenapa Sunbae tau? “

“ Kan kemarin Sunbae pahlawanmu memintanya padaku. “ Sindir Onew.

Hara mengerutkan keningnya. Sunbae pahlawan? Siapa?

“ Ehem… “ Suara Taemin membuyarkan lamunan Hara. “ Kalau berbicara jangan di pintu, menghalangi.” Onew dan Hara segera berpindah dari tempatnya semula. “ Hehe,lanjutkan. “ Taemin tersenyum kepada Onew dan Hara.

“ Sunbae pahlawan siapa ? “ Hara yang sudah sangat penasaran tak sempat menutup mulutnya untuk tak menanyakan hal tersebut pada Onew. Yang ditanya malah diam.

“ Jadi bagaimana? Kau mau memintanya sekarang apa tidak? “

“ Sekarang saja. “

“ Kau sudah membuat surat pernyataan? “

“ Hah? Surat pernyataan apa? “

“ Bahwa kau mengaku salah dan berjanji takkan mengulangi perbuatan ini. “

“ Memangnya harus ya? “

“ Ya, itu kalau kau mau novelmu kembali. “

Hara mengerucutkan bibirnya. “ Yaudah , nanti aku buat. “ Hara berjalan gontai ke arah kelasnya.

“ Tunggu sebentar. “ Hara menoleh ke belakang mendengar suara tersebut.

“ Ada apa lagi Sunbae? “

“ Kau dekat dengan Para Rebelion kan? “

Hara menatap Onew tajam , “ Tak terlalu. Memangnya kenapa? “

“ Aku sarankan agar kau menjauh dari mereka. “

“ Wae? “

“ Karena kau akan terkena pengaruh buruk dari mereka. Aku menyarankan hal ini untuk kebaikanmu sendiri. Kau tau kan bagaimana reputasi mereka di sekolah ini? Bukannya aku melarangmu untuk berteman dengan seseorang , tapi tunggu sampai aku dan anggota Tim Disiplin yang lain berhasil mengubah mereka, sebaiknya sekarang kau menjaga jarak dengan mereka. Aku serius akan perkataanku ini. Ini bukan paksaan, hanya saran dariku. Terserah kau akan menurutinya atau tidak , tapi jangan bilang aku tak pernah memberitahukan ini padamu saat semuanya sudah terlambat. “

“ Ah, ne. Akan kuusahakan. Gomawo atas nasehatnya. “ Hara membungkukkan badannya dan segera kembali ke kelas.

“ Tak hanya diusahakan, tapi harus dilaksanakan.Kau harusnya juga mengendalikan tabiatmu yang satu itu. “ Onew memandangi punggung Hara yang semakin menjauh. “ Tabiatmu yang selalu menimbulkan masalah yang konyol. “

***

                Hara menyandang tasnya yang lumayan berat menuju rumah. “ Ayo Hara,sebentar lagi sampai kok. GO GO!! “ Ia menyemangati dirinya sendiri agar perjalanan menuju rumahnya tak terasa terlalu berat.

Plak! Seseorang melemparkan batu padanya. Hara menoleh. “ Kenapa kau melempar batu padaku? “ Kata Hara, wajahnya berubah kecut. Orang tersebut lalu mendekati Hara . Semakin dekat , semakin dekat sehingga akhirnya Hara terdesak ke dinding.

“ Maumu apa? “ Kata Hara dengan wajah menantang.

Yeoja itu menendang Hara hingga Hara tersungkur. “ Maumu apa hah?! “ Hara mulai emosi , namun ia tak dapat membalasnya karena kakinya terkilir.

“ Kenapa sih kau benci sekali denganku ? “

“ Karena kau itu Yeoja yang sok! “

“ Kenapa kau berpikir bahwa aku sok? Mana buktinya hah?! “ Yeoja itu menyiramkan air mineral yang berada di tasnya ke Hara hingga membasahi tubuh Hara. “ Kau jahat!!! “

Yeoja itu tertawa , “ Kau bahkan belum tau siapa Yuki. “

“ Aaarggghh!! “ Hara mengerang keras ketika Yuki memelintir tangannya. Tangannya terasa sangat perih, air mata mulai menggenangi matanya. Mianhae…

***

                Para Rebelion yang sedang berunding di dalam mobil Siwon terkejut saat mendengar teriakan seseorang. Seorang yeoja lebih tepatnya.

“ Kau dengar itu? “ Shindong bertanya pada yang lain.

“ Ne, sangat jelas. “ Timpal Kangin.

“ Bagaimana kalau kita tolong Yeoja itu? Sepertinya dia sedang dalam kesulitan. “ Siwon berkata.

“ Kajja. “ Leeteuk memimpin misi penyelamatan mereka. Para Rebelion langsung mencari – cari asal suara tersebut dan mendapati Hara dan Yuki. Yesung dengan segera berlari ke tempat tersebut. Ia kemudian memelintir tangan kanan Yuki.

“ Argh, nuguya? “ Yuki menatap Yesung tajam.

“ Kalau kau ingin menyakitinya , langkahi dulu mayatku. “ Yesung balik menatap Yuki seakan – akan ia akan menelan bulat – bulat yeoja di hadapannya tersebut.

“ Yuki? “ Salah seorang anggota Rebelion mendekat ke arah tersebut. “ Apa yang kau lakukan disini? “

“ Hei,sepupu. “ Yuki menyapa Heechul yang menatapnya dengan tatapan geram dan kesal.

“ Kau mengenalnya? “ Kibum menatap Heechul heran,senada dengan anggota Rebelion yang lainnya.

“ Ne, dia itu sepupuku yang tak sopan itu. “

“ Sepertinya , kita perlu mengadakan interogasi. “ Leeteuk angkat bicara.

***

                “ Apa apaan ini? “ Yuki memekik ketika ia diinterogasi Para Rebelion, ditambah lagi ia diikat di kursi.

“ Kenapa kau memperlakukan Hara seperti itu hah?! “ Yesung tak dapat menahan emosinya.

“ Sebenarnya , kalian semua salah paham. “

“ Salah paham apanya ?! Jelas – jelas kami melihatmu sedang menyiksa Hara. “ Yesung masih tetap emosi, ia berteriak di depan wajah Yuki. “ Kau kira kami buta ?! “

“ Tenang Yesung, biarkan dia menyatakan alasannya. “ Leeteuk mulai mendinginkan keadaan.

“ Sebenarnya , aku ingin berteman dengan Hara. Tapi aku tak tau caranya. Dia membenciku dengan alasan yang tak jelas. “

“ Begitu caramu berteman? Apa ahjumma mengajarkanmu begitu ? “ Heechul ikut – ikutan marah.

“ Bukan begitu , aku punya rencana begini. Awalnya aku akan menyakitinya sampai dia emosi lalu saat itu aku akan tertawa dan berkata minta maaf padanya dan kalau dia sudah marah, pasti dia akan membeberkan alasan mengapa dia membenciku dan dengan begitu , aku akan merubah sifatku yang tak ia sukai. “ Yuki bercerita panjang lebar tentang ceritanya.

“ Astaga! Kau ini bodoh sekali! “ Heechul tak dapat menutupi keterkejutannya atas pikiran aneh sepupunya itu.

“ Mianhae… “ Yuki menundukkan kepalanya.

“ Bukan begitu caranya berteman denganku. “ Hara yang baru saja kembali sehabis mengganti bajunya di kamar mandi langsung berkomentar. “ Kalau kau meneruskan hal seperti itu , aku jamin kau orang pertama yang akan kubenci seumur hidup. “

Tatapan Para Rebelion teralih pada Hara. Yesung tersenyum menatap Yeoja itu,membuat Hara sedikit salah tingkah.

“ Wae oppa? Apa aku kelihatan aneh dengan baju ini? Kausmu terlalu besar untukku. “ Hara tersenyum malu.

“ Aniyo. It suits you. “ Yesung tersenyum lembut.

“ Hehe ,gomawo sudah menolongku oppa. “ Hara membungkukkan badannya ke seluruh Para Rebelion.

“ Cheonmaneyo. “ Koor Para Rebelion.

“ Hara , maukah kau memaafkanku? Aku tidak mau diikat di kursi ini sampai mati. Aah, tolonglah… “ Yuki meronta – ronta.

“ Salah sendiri , mengapa menyakitiku. “ Hara mencibir. “ Okay, kau kumaafkan tapi dengan satu syarat. “ Hara tersenyum jahil.

“ Syarat apa? “ Yuki terkejut.

“ Itu… “

***

                Kelima Tim Disiplin berjalan beriringan menuju rumah mereka yang kebetulan satu arah.

“ Gawat! “ Onew menepuk keningnya pelan.

“ Wae ? Kau mengejutkanku! “ Key langsung mengelus dadanya.

“ Aku lupa membeli notebook yang baru. “

“ Untuk apa? “ Tanya Minho.

“ Untuk mencatat denah ke toko Tofu terenak di kota ini. “

“ MWO?! “ Key, Jonghyun, Minho dan Taemin langsung ternganga kaget.

“ Aish,kalian ini. Mana mungkin untuk itu. “ Onew mendelik kesal. “ Untuk mencatat resep makanan terbaru buatanku hahahaha. “ Alhasil, Onew mandapatkan satu jitakan dari Key. Onew hanya meringis.

“ Tapi kan supermarket berlawanan arah dengan jalan ini. “ Ucap Taemin.

“ Ya begitulah. Dengan sangat terpaksa , aku harus putar arah . “ Onew mengangkat bahunya. “ Kalian duluan saja, annyeong. “

                “ Ne, annyeong. “

Onew segera berbalik arah menuju supermarket, namun di tengah jalan, ia melihat yeoja yang sangat ia kenal berjalan dan diikuti oleh yeoja lainnya yang sedang membawa batu di tangannya.

“ Astaga. Anak itu… Selalu saja terlibat masalah yang konyol. “ Onew menggeleng – gelengkan kepalanya. Ditatapnya gadis itu dengan ekor matanya.

“ Arggghhh… “ Suara itu membuat Onew segera berlari ke arah yeoja itu. Namun karena ragu, ia memutuskan untuk memantau yeoja itu dari kejauhan. Ia melihat yeoja itu disiram oleh yeoja yang tadi juga mengikutinya. Apa sebaiknya kutolong saja? Hati Onew meronta – ronta , namun karena rasa ragunya , kakinya tak mau tergerak.

Dan saat akhirnya ia mengambil keputusan, semuanya sudah terlambat. Musuh bebuyutan Onew telah lebih dulu menolong gadis itu.

Mereka menolongnya? Aish, sudah kuduga. Gadis itu pasti tak mengindahkan laranganku. Sudahlah, biar dia tanggung sendiri resikonya. Onew kemudian berbalik dan kembali ke supermarket sesuai tujuannya semula. Otaknya masih memikirkan hal tadi. Mungkin kalau aku tadi aku menolongnya , resiko yeoja itu menjadi dekat dengan Para Rebelion itu akan semakin tipis. Akh, dasar aku pabo!!  Onew memukul – mukul kepalanya. Apa yang kupikirkan tadi? Mengapa aku tak menolongnya? Pertanyaan itu berputar – putar di kepala Onew.

***

                Para Rebelion dan Yuki membelalakkan matanya saat Hara mengatakan permintaanya.

“ MWOYA ?! “ Ucap mereka bersamaan.

“ Aniyo! Aku tak mau. “ Para Rebelion kompak menolak.

“ Jangan konyol. Itu tak mungkin terjadi. “ Yuki menggeleng – gelengkan kepalanya ironis.

“ Apa salahnya dicoba? “ Hara masih bersikeras dengan permintaannya.

“ Kau tau? Mungkin kalau aku melakukannya berarti aku sudah gila. “ Kyuhyun menggelengkan kepalanya sarkatis.

“ Yasudah, kalau kalian mau seperti ini terus. Terserah. Aku pulang. Annyeong. “ Hara mengambil tasnya dan keluar dari rumah Yesung. Para Rebelion saling berpandangan dan kemudian menatap Yuki, Yuki hanya bisa angkat bahu.

Yesung kemudian berlari keluar rumahnya menyusul Hara.

“ Hara ya! Tunggu! “ Namun Hara tetap saja berjalan tanpa memperdulikan teriakan Yesung yang memanggil namanya. Yesung kemudian mengejar Hara dan memegang tangannya. Hara berbalik dan menatap Yesung kesal.

“ Apa lagi? “ Hara berkata dingin dan berusaha melepaskan tangannya dari tangan Yesung.

“ Dengarkan aku dulu. “ Yesung sudah terlalu emosi dan bingung menghadapi gadis ini, hingga ia memilih kata ‘aku’ bukan ‘oppa’ atau semacamnya.

“ Gak ada yang perlu didengerin. Kalau kalian menolak, yasudah. Itu kan juga hak kalian. “ Hara berusaha terdengar seperti ‘ia biasa – biasa aja kalau permintaannya ditolak’.

Yesung yang sudah tak tahan lagi langsung membawa gadis itu ke pelukannya. Menghadapi pelukan yang tiba – tiba itu, Hara terkesiap dan mematung untuk beberapa saat.

“ Dengarkan aku dulu. Kami akan coba memenuhi apa yang kau minta. Dan kalau misalnya semua itu tak ada hasilnya, kami minta maaf. “

Beberapa saat kemudian, Otak Hara mulai bekerja secara penuh dan menyadarkan Hara dari keterkejutannya dan dengan gerak refleks, ia mendorong tubuh Yesung menjauh dari tubuhnya. Yesung yang terkejut sedikit terhuyung.

“ Aah, mianhae oppa. Aku refleks. “

“ Gwencanayo, Hara ya. “ Yesung tersenyum.

“ Aku tak biasa dipeluk oleh namja lain selain appa dan sepupuku . Sekali lagi, mianhae. “ Hara membungkukkan badannya.

“ Ne, gwencanayo. Jangan merasa bersalah begitu hahaha. “ Yesung menepuk kepala Hara pelan. “ Jangan kekanak – kanakan lagi. “ Hara Cuma diam, ia tak tau harus menjawab apa. Akhirnya, ia hanya mengangguk paham.

“ Ingin kuantar pulang? “

“ Aah tak usah, nanti merepotkan. “

“ Gak kok. Ottokhe? “

Hara menyerah dan membiarkan Yesung mengantarkannya pulang.

***

                “ Annyeong,umma. Aku pulang. “ Teriakan Hara hanya disambut angin.

“ Tak ada orang di rumah? “ Yesung bertanya pada Hara. Hara mengangkat bahunya.

Yesung menggeleng, “ Setiap hari seperti ini? “ Hara mengangguk.

“ Silahkan masuk,oppa. Maaf ya kalau berantakan. “ Hara masuk ke dalam rumahnya, memasukkan sepatunya ke dalam rak sepatu dan segera bergegas ke dapur, mengambil 2 kaleng susu coklat untuk mereka berdua.

Sementara itu, Yesung menatap foto – foto yang dipajang di ruang tamu Hara. Foto Hara kecil, Foto Hara waktu SD, Lucu sekali.

“ Silahkan diminum,oppa. “ Hara tiba – tiba muncul,mengejutkan Yesung.

“ Ah,ne. “ Yesung meminum susu coklat tersebut.

“ Kau tak kesepian sendirian di rumah? “ Yesung menatap Hara.

“ Mau bagaimana lagi? “ Hara tersenyum. “ Sudah terlalu terbiasa. “

Yesung menggenggam tangan Hara , berusaha menguatkan gadis itu.

“ Haha, gwencanayo oppa. Tenang saja. “

“ Lain kali, aku boleh berkunjung kesini kan? “

Hara terperangah. “ Mwo – mworago? “

“ Hahaha “ ,  Yesung mengacak – acak rambut Hara. “ Aku pulang dulu,ya. Annyeong. Hati – hati ya. “

Hara mengangguk, tepat saat Yesung bangkit dari duduknya, dia berkata , “ Boleh kok, oppa. “ Ujarnya sangat pelan. Yesung mengangguk dan mengusap kepala Hara.

“ Kalau kau perlu sesuatu, kirimi saja aku pesan singkat atau hubungi nomorku. “

“ Ta – tapi, aku tak punya nomor ponsel oppa. “

“ Ada kok. Tadi baru saja aku masukkan saat kau mengganti baju di kamar mandi. “

Hara terkesiap. “ Gomawo. “ Rona merah mulai menghiasi pipinya.

“ Cheonmaneyo. Bye. “ Yesung kemudian berjalan menuju rumahnya.

***

Read more…

Love You :)


You are my spirit


Jinki keluar dari ruangan berukuran 3 x 4 meter itu dengan gontai. Langkahnya terasa sangat berat. Beban juga menggelayuti pikirannya. Ia menghela napas berat , memfokuskan pikirannya pada satu hal.

Ia terus berjalan tanpa memperhatikan sekelilingnya. Jalan yang ia tempuh menuju satu tempat, tempat kesendiriannya. Tempatnya menumpahkan semua hal yang menyesaki hatinya.

***

                Gadis itu menatap pemuda yang baru saja keluar dari ruangan itu. Dari wajahnya yang kuyu, ia bisa menebak apa yang dilakukan pemuda tersebut.

Ia mengikuti langkah – langkah berat pemuda itu tanpa sedikit pun bermaksud mengganggu kesendirian yang ditimbulkan langkah gontai itu.

Langkah – langkah itu menuju satu tempat yang selama ini tak pernah ia ketahui.

Jadi selama ini , disinilah kau menyembunyikan semuanya, Jinki ya?  Gadis itu tetap mengikuti langkah kaki tersebut dan kemudian bersembunyi saat tubuh itu berbalik ke belakang.

“ Siapa disana ? “ Pemuda itu berbalik dan berteriak kepada hembusan angin yang menjawab pertanyaannya. Mendapati kekosongan itu, pemuda tersebut kemudian berbalik dan kembali berjalan. Ia kemudian berhenti saat kakinya mulai terasa kesemutan.

“ Hhhh… “ Dikeluarkannya sesak yang sedari tadi memenuhi rongga hatinya.  Pikirannya terusik saat mendengar bunyi gemerisik di belakang tubuhnya. Ia menoleh dan mendapati seseorang menatapnya dengan pandangan khawatir. Seketika dipeluknya tubuh gadis tersebut.

Gadis itu terkejut mendapati pelukan yang tiba – tiba itu. Mulanya ia tak tau harus berbuat apa. Namun kemudian , pelan pelan,diulurkannya kedua tangannya, balas memeluk pemuda tersebut.

***

                Jinki seketika memeluk gadis yang ada dihadapannya tersebut. Gadis yang sangat disayanginya. Penyemangat hidupnya.

Hangat. Tubuh gadis tersebut memberikan kehangatan tersendiri bagi hatinya. Wangi tubuh gadis itu menenangkan pikirannya. Dan pelukan yang diberikan gadis itu menghilangkan semua bebannya, meruntuhkan pertahanan yang mati – matian dibuatnya.

“ Aku pemuda tak berguna. “ Desisnya.

“ Aku bukan pemuda yang istimewa. “

“ Aku hanya seseorang yang berpikir aku bisa bertanggung jawab atas semuanya. “

“ Nyatanya, aku bahkan tak becus menangani semuanya. “

“ Aku pemuda yang memalukan. “

Ia masih berbicara sendiri. Gadis itu hanya diam. Membiarkan Jinki mengeluarkan semua beban hatinya.

***

                Jinki berhenti berbicara. Mulutnya tak mampu lagi mengeluarkan kata – katanya. Elusan lembut di punggungnya membuat hatinya sedikit ringan.

“ Kau bukan pemuda tak berguna. Nyatanya kau pemuda yang sangat berguna. “

“ Kau pemuda istimewa yang mampu menciptakan kebahagiaan di hati orang lain dengan senyum tulusmu. “

“ Kau orang yang bertanggung jawab , nilaimu tetap bagus meski kau sibuk dengan kegiatanmu di organisasi. “

“ Kau orang yang becus , tak mungkin OSIS bisa sedemikian ini tanpa campur tanganmu. “

“ Kau bukan pemuda yang memalukan. Kau hanya seorang manusia yang suatu saat juga bisa melakukan kesalahan. “

Gadis itu mematahkan semua pernyataan Jinki dengan suara lembutnya. Hatinya terasa sangat sakit ketika mendengar suara lirih berisi pernyataan penyesalan keluar dari mulut Jinki. Ia tau dibalik wajah datar dan senyum yang sesekali tampak , wajah itu menyimpan banyak kesedihan dibaliknya. Ia hanya tak tau bagaimana caranya mulut itu memberitahukan semua kesedihan yang disembunyikan wajah itu padanya.

Jinki hanya membenamkan wajahnya semakin dalam di pundak gadis yang Cuma berselisih 2 centi dari tubuhnya itu. Tanpa kata – kata , setitik air meluncur turun dari kedua bola matanya tanpa mampu ia tahan lebih lama. Ia tau, inilah saat ia harus membuka tembok pertahanan yang telah lama dibuatnya dan memberikan kunci hatinya pada gadis ini. Gadis yang telah mengisi hatinya selama ini.

Hati gadis tersebut semakin terasa sakit saat pundaknya terasa basah. Matanya mulai mengkilau, kelopak matanya terasa tergenang oleh sesuatu. Bersamaan dengan isakan pemuda di pelukannya , kedua sungai kecil mengalir dari indera penglihatannya.

Jinki makin mendekapnya erat, berusaha membagi semua yang ia rasa kepada gadis di pelukannya. Sudah seharusnya ia melepas semua rahasia terdalamnya kepada gadis ini,karena bagaimana pun gadis ini berhak tau semuanya. Namun pelukannya melonggar ketika ia merasakan tubuh yang sedang didekapnya itu bergetar. Ia melepaskan pelukannya dan menatap wajah gadis tersebut.

***

                Tanpa perlu sepatah kata terucap, mata itu telah mampu berkata lebih dari seharusnya. Kedua mata itu menatap dengan tatapan khawatir dan bertanya – tanya. Gadis itu menggeleng. Air matanya malah semakin deras keluar.

Pemuda itu kembali mendekapnya. Tak jelas untuk apa, mungkinkah tubuh itu masih ingin bercerita atau malah ingin menghentikan aliran sungai kecil di matanya? Ia membalas pelukan itu. Hatinya merasa tenang mencium aroma tubuh yang menyeruak masuk indera penciumannya. Wangi yang sama, hangat yang sama, yang juga selalu menyimpan kesedihan di wajah yang sama.

Ia merasakan sentuhan lembut di kepalanya , mengelus – elus rambutnya. Berusaha memberikan ketenangan yang luar biasa pada jiwanya.

“ Saranghae… “ Selirih hembusan angin, kata itu terucap juga.

“ Nado saranghae, Jinki oppa. Ketua OSIS terbaik sepanjang masa. “ Gadis itu berhenti menangis dan menatap pemuda di hadapannya. Pemuda itu tersenyum ,senyum yang selalu menenangkan hati siapa saja. Gadis itu balas tersenyum. “ Tadi ada masalah apa dengan Kepala Sekolah? “

Pemuda itu hanya diam dan kemudian tersenyum lagi. Gadis itu mengangguk mengerti dan menepuk pundak pemuda itu pelan, mengalirkan semangat di tubuh pemuda itu. Pemuda itu mengambil telapak tangan itu dan kemudian menggenggamnya. Dan seketika mencium puncak kepala gadis di hadapannya.

“ Rambutmu wangi. Kau pakai shampo apa? “

“ Apa kau perlu tau? “ Gadis itu tertawa begitupun Jinki. Choi Hara – begitu gadis itu dipanggil – tersenyum di dalam hatinya , karena ia tau saat ini tak lagi ada rahasia antara ia dan Jinki. Semuanya akan baik – baik saja karena kunci hati itu sudah ada pada dirinya.

***

                You’re my girl…

                I lost without you…

                Cause you’re my spirit…

                Now and Forever…

                It’ll be always you,my girl…

                Cause everything I can do…

                It  just never without you…

                Just smile and right beside me…

                Don’t go and bring my heart…

                Cause I always love you…

                Now and Forever…

                I Promise , it only you…

                Thank you to being always here and make me strong…

                SARANGHAEYO 🙂

                                                                                                                                                                                                               

The Rebelion #2 Welcome to Incheon High School


#2 Welcome to Incheon High School

                Yeoja itu berjalan sambil kebingungan mencari letak kelasnya. Berkali – kali ia melirik kertas yang ada di tangannya. Akhirnya setelah berputar putar beberapa kali, ia memutuskan untuk bertanya pada bagian Informasi saja.

“ Annyeong… “ Katanya pelan.

“ Ne, annyeong. Ada apa? “

“ Hmm, mianhae songsaenim. Saya ingin bertanya dimana letak kelas 1 -1 . “

“ Nuguya? “

“ Kim Yukio imnida. Saya anak baru disini. “

“ Ooh, ne. Kelas 1 -1 Ada disana . Kau tinggal masuk ke gedung utama yang ada disana dan belok kiri. Itu kelas 1 -1 . “

“ Ooh, ne. Gomawo songsaenim. “

“ Ne,cheonmaneyo. “

Yuki berjalan menuju ke gedung utama sekolah barunya, Incheon High School yang terkenal dengan kualitas murid muridnya dan sangat susah dimasuki, apalagi bagi siswa pindahan sepertinya. Namun karena banyaknya prestasi yang telah ia raih,akhirnya ia lulus masuk ke sekolah ini. Ia berjalan sambil sebentar sebentar melihat lihat bangunan sekolah yang sangat megah. Saking seriusnya, ia bahkan tak sadar akan menabrak seseorang. Tepat saat ia membalikkan mukanya, Muka orang tersebut sedang menatapnya kesal.

“ AAA, mianhae… “ Ujarnya sambil tertunduk malu. Namja di hadapannya hanya mengangguk.

“ Lain kali kalau berjalan hati – hati. “ Suara berat namja itu terasa menakutkan baginya.

“ Mianhae… “ Ujarnya lagi.

“ Ne. Aku juga tak marah. Hanya menasihati saja. “ Jawabnya.

“ Gomawo… “

“ Cheonmaneyo. “ Namja itu berlalu dari hadapan Yuki, meninggalkan Yuki yang memaki – maki dirinya sendiri.

“ Dasar Yuki paboooo…” Yuki meneruskan jalannya, namun kali ini lebih berhati – hati. Ia kemudian membuka pintu kelas barunya sambil memperkenalkan diri.

“ Annyeong haseo. Kim Yukio imnida. Panggil saja Yuki. Pindahan dari Jepang. Salam kenal. “

“ Ne,salam kenal. “ Teman – temannya serempak menjawab.

“ Yuki, kau boleh duduk di samping Hara. “ Yoogeun songsaenim menunjuk sebuah kursi kosong.

“ Loh? Songsaenim, itu kan kursinya Ryena. “ Hara segera protes pada Yoogeun songsaenim.

“ Untuk sementara menjadi kursinya Yuki. “

Hara hanya diam sambil menahan kesal, membuat Yuki merasa tak enak. “ Mianhae… “ Ujarnya. Hara hanya diam seribu bahasa.

***

                Yuki berjalan sendirian menuju kantin. Ia masih belum mendapatkan satu teman pun , maklum karena ia masih anak baru jadi sedikit susah bergaul. Sepanjang perjalanan, banyak namja yang melirik ke arahnya,membuat ia menjadi risih. Ia kemudian memutuskan untuk mempercepat langkahnya.

“ Hei,minggir dong. Para Rebelion mau lewat tuh. “ Seseorang menegurnya. Yuki mengerutkan kening, siapa itu Para Rebelion? Namun tak urung,ia menepi juga.

Beberapa saat kemudian, 12 namja berpakaian kusut masai dengan kancing teratas tak dikancingkan berjalan melewati mereka dengan tampang tak peduli. Jadi mereka yang namanya Para Rebelion? Yuki manggut – manggut. Tapi kemudian ia terkejut. Loh? Itu kan… ? Yuki menutup mulutnya.  Astaga!

***

                Hara berjalan sambil bersungut – sungut kesal.  Masa dia harus duduk dengan anak baru itu?  Dari awal, Hara memang tak terlalu suka dengan anak baru tersebut. Dalam pikirannya, Anak baru di kelasnya itu adalah seorang yeoja yang sok. Tak jelas alasannya apa, yang penting Hara berpikir sepeti itu. Belum lagi kenyataan bahwa dia mengambil bangku Ryena. Semakin menambah kekesalan Hara.

“ Haaaah… “ Hara menendang kaleng kosong di hadapannya dengan kesal.  Kaleng tersebut hampir mengenai salah seorang Rebelion. Hara menepuk keningnya pelan. Aduuh, gimana ini? Tuhan tolong aku. Seketika wajah Hara berubah pucat.

“ Siapa yang melempar kaleng ini tadi? “ Leeteuk memungut kaleng tersebut dan hampir marah. Semua orang terdiam. Dengan takut takut, Hara mengangkat tangannya.

“ Ya! Kalau menendang hati – hati dong… “ Kata Leeteuk.

“ Mianhae… “ Hara menatap Leeteuk dengan takut. Matanya berkaca – kaca.

“ Hara? Mianhae… aku kira siapa. Sudahlah Teuki, biarkan saja. “ Yesung yang hampir terkena lemparan Hara hanya tersenyum datar. Leeteuk menatap Hara.

“ Hara? Mianhae…  Jangan menangis ya? “ Leeteuk buru – buru menenangkan Hara.

“ Mianhae,oppa. Aku yang salah. “ Hara menunduk.

“ Aah, lupakan saja. “ Leeteuk memukul pundak Hara pelan. “ Jangan menangis, ara? “

“ Ne,ara. “

Suasana yang tadi hening sekarang berubah menjadi penuh bisik – bisik, semua murid Incheon kasak kusuk membicarakan Hara. Rata – rata dari mereka heran, mengapa murid kelas 1 bisa akrab dengan Para Rebelion yang susah didekati itu.Hara berjalan gontai menuju kelasnya. Sepertinya nasib akan mempermainkan aku! Batinnya. Dari kejauhan, seseorang menatap Hara.

“ Yeoja itu memang berbakat menciptakan masalah ya? Dasar aneh. “ Seseorang itu berkata sendiri, lebih seperti berbisik. Ia meletakkan kedua tangannya di dada, sambil tetap memperhatikan kejadian tersebut. Dan samar samar, ia tersenyum.

***

                “ Hara! “ Seseorang memanggil Hara. Hara menoleh ke belakang, namun melihat seseorang yang memanggilnya , mukanya langsung berubah kecut.

“  Ada apa? “ Tanyanya dingin.

“ Kok kamu bisa kenal dengan Para Rebelion? “ Yuki bertanya dengan antusias dan tak menyadari perubahan raut wajah Hara.

“ Mana aku tau… “ Hara menjawab ketus dan meninggalkan Yuki.

“ Ya. Hara ya!! “ Yuki mengejar Hara.

“ Apa lagi? “ Hara berhenti dan menaruh tangannya di depan dada.

“ Aku serius. “

“ Kau pikir aku bercanda? “

“ Tidak sih. Ayolah, kau kenapa sih? Aku punya salah apa? “

“ Pikir saja sendiri. “ Hara masih tetap ketus. Yuki menarik tangan Hara dengan keras.

“ Aish, kau ini. DARI TADI MENGGANGGU SAJA! “

“ Aku salah apa? “ Yuki menatap mata Hara , membuat Hara sedikit jengah.

“ Kau itu sok, mengganggu dan merebut kursi Ryena. Puas?! “

Namun, Yuki malah tertawa. “ Hahahahaahahahahahaahahaha… “

“ Apanya yang lucu? Aneh! “ Hara berteriak keras,mukanya merah padam.

“ Kau itu lucu sekali. Mana bisa semua itu dijadikan alasan untuk membenci seseorang? Ditambah lagi,kau juga belum terlalu kenal denganku. Dari mana kau dapat alasan seperti itu? “

Hara terdiam, bibirnya mengerucut. IA BENCI SETENGAH MATI DENGAN YEOJA INI!!! Ia kemudian lari ke kelasnya sambil menahan tangis. Yuki hanya melongo melihat kejadian itu. Apa ia salah?

***

                Hara mengetik sesuatu di layar ponselnya.

To : Ryena ^^

                Ryena!!! Cepat kembali ke sekolah!!

                From : Ryena^^

                Memangnya ada apa?

                To : Ryena^^

                Aku benci duduk setengah mati sama yeoja anak baru itu!!

                From : Ryena^^

                Yeoja anak baru siapa? -_-

                To : Ryena^^

                Besok kau sekolah? Besok aku ceritakan X(

                From : Ryena^^

                Oke deh 🙂

                Hara tersenyum senang. Akhirnya besok ia bisa kembali duduk sebangku dengan Ryena. Betapa bahagianya. Karena terlalu bersemangat, ia memilih untuk tidur lebih cepat dari biasanya. Semoga besok ia tak terlambat, doanya dalam hati.

***

                Hara tersenyum  mendapati Ryena duduk di bangku di sebelahnya. Ia kemudian menatap Yuki sambil tersenyum  menang. Yuki yang melihat tatapan Hara tersebut hanya berusaha menahan tawa karena kelakuan childish Hara. Kenapa bisa murid kelas 1 SMA masih punya pikiran anak – anak seperti dia? Yuki hanya geleng – geleng kepala. Tiba – tiba , Tim Disiplin masuk ke kelasnya. Menimbulkan keheningan yang luar biasa.

“ Mianhae menganggu kalian semua, kami dari Tim Disiplin ingin mengadakan inspeksi mendadak. Ada yang keberatan? “ Key menatap semua murid 1 – 1 dengan tatapan tajamnya. Semua murid 1 -1 menggeleng.

“ Baiklah , jangan bergerak. Kami akan memeriksa kalian semua. “ Onew bicara dengan memasang wajah tak berekspresi. Para Tim Disiplin dengan segera menggeledah masing – masing tas murid 1 -1 . Mereka semua juga diminta mengeluarkan benda – benda yang berada di saku mereka.

Hara yang semula tenang – tenang saja , mulai terlihat cemas ketika ia ingat bahwa ia tanpa sengaja membawa novel yang belum selesai ia baca. AAAAAH , PABO!!! Bagaimana ini?!  Namun , ia berusaha untuk terlihat tenang. Saat kelima Tim Disiplin berjalan di dekatnya, bulu kuduk Hara semakin merinding. OMONA~~!!

“ Tas mu sudah diperiksa ? “ Key bertanya pada Hara dengan tatapan menyelidik. Sejenak Hara ingin berbohong, namun memikirkan resiko ketika ketahuan berbohong mungkin lebih mengerikan, ia tak jadi berbohong.

“ Belum. “ Jawabnya pasrah. Key dengan segera memeriksa tas Hara dan menemukan sebuah novel. Key mengambil novel tersebut dan menyuruh Hara untuk menulis namanya.

“ Oke, semuanya sudah digeledah. Gomawo atas kerja samanya. Annyeong. “ Onew beserta anggota Tim Disiplin yang lain keluar dari kelas 1 – 1 untuk memeriksa kelas yang lainnya. Seketika setelah mereka semua keluar dari kelas  1 – 1 , Hara terduduk lemas.

“ Sabar ya , Hara ya. Nanti kan bisa diminta lagi. “ Ryena mengusap bahu Hara pelan, berusaha menenangkan sahabatnya itu.

“ Tapi itu novel kesayanganku Ryena ya! Dan aku belum menyelesaikannya. “ Hara menutup mukanya, tangannya sudah mulai terasa dingin.

“ Kan nanti bisa diminta kan? Tenang saja… “

“ Bagaimana kalau nanti dimarahi? Aaah , pabooo!!! “

“ Sudah , jangan dipikirkan lagi. Nanti kalau perlu, aku temani kau saat mengambilnya. Ara? “

Hara mengangguk lemah.

***

                Heechul merasakan ponselnya bergetar. Ia segera mengambil ponselnya tersebut.

From : Sepupu -_-

                Hei,Heechul :p

                “ Ya! Dasar anak ini tak pernah sopan! “ Heechul mencak – mencak melihat layar ponselnya.

“  Wae? “ Tanya Kangin kebingungan.

“ Sepupuku mengirimkan pesan singkat, tapi tak pernah sopan. Selalu saja memanggilku Heechul tanpa memakai oppa. “

“ Aish,kau ini . Segitu saja diributkan. “ Kyuhyun angkat bicara.

Dengan kesal, Heechul membalas pesan singkat tersebut.

To : Sepupu -_-

                Wae? Dasar kau sepupu tak sopan! Panggil aku oppa! Aku ini lebih tua darimu.

                From : Sepupu -_-

                Buat apa? :p

                To : Sepupu -_-

                Aish, Ya sudahlah. Sesukamu saja. Tumben kau mengirimiku pesan singkat? Kau kangen wajahku yang tampan ya? Kekekeke 😀 sudah kuduga 😀

                From : Sepupu -_-

                Jangan bermimpi di siang bolong, Kim Heechul pabo :p

                To : Sepupu -_-

                Apa? Kau bilang aku pabo? YA!! KAU LEBIH PABO!!

                From : Sepupu -_-

                Aish,sudahlah. Hentikan pertengkaran konyol ini. Aku ingin meminta tolong. Boleh?

                To : Sepupu -_-

                Meminta tolong apa? Aku jadi curiga -_-

                From : Sepupu -_-

                Kau ini selalu saja berpikiran jelek! Aku ingin kau memintakan novel temanku.

                To : Sepupu -_-

                Hah? Novel temanmu? Ya! Kau ini aneh sekali.

                From : Sepupu -_-

                Kau kan kakak kelas, jadi bisa memintakan novel temanku yang disita Tim Disiplin kan? Aku kira kau sekelas dengan mereka.

                To : Sepupu -_-

                Tim Disiplin siapa? Kau ini bicara apa?

                From : Sepupu -_-

                Loh? Kim ahjumma belum memberitahumu?

                To : Sepupu -_-

                Memberitahu apa? Aku tak mengerti apa yang kau perbincangkan.

                From : Sepupu -_-

                AAAAH ! Susah berbicara denganmu. Nanti kau juga akan tau :p Ternyata ini masih kejutan untukmu kekekeke :p

                To : Sepupu -_-

                Ya!! Beritahu aku!!

                From : Sepupu -_-

                No. Bye, aku mau belajar dulu :p Selamat penasaran. KEKEKEKE XP

                “ AAAA!!! “ Heechul membanting ponselnya ke atas mejanya.

“ Aku tau kau kaya, tapi tak perlu membanting ponselmu di atas meja. “ Yesung menasihati Heechul.

“ Kau kenapa chullie? “ Kibum mulai bertanya pada Heechul, dari tadi dia memang penasaran dengan sikap Heechul yang aneh.

“ Tak ada. Aku lagi tak mood menceritakannya. “ Heechul cemberut. Perhatian murid murid Q class yang tadi tersita padanya sekarang perlahan – lahan memudar. Para murid Q class kembali sibuk pada kegiatan mereka masing – masing. Ada yang belajar , bermain PSP ataupun mendengarkan musik. Maklum, jarang – jarang kesempatan langka seperti saat ini terjadi. Para guru – guru sedang rapat, karena itu Tim Disiplin memanfaatkan waktu tersebut untuk melaksanakan razia.

“ Ada yang berbaik hati menemaniku ke kantin? “ Yesung bertanya pada teman – temannya, berusaha memecah keheningan yang terjadi.

“ Ne, aku ingin ikut. “ Ryeowook segera menyahut, sementara yang lain malah sibuk menitipkan sesuatu yang akan mereka beli pada Yesung.

***

                “ Semuanya sudah kau beli,wookie? “ Yesung bertanya pada Wookie yang sedari tadi sibuk mengambilkan pesanan teman – teman mereka.

“ Sudah. “ Ryeowook mengangguk. Sekarang kedua tangannya penuh dengan belanjaan mereka.

“ Aish,dasar rakus mereka semua. Nitipnya terlalu banyak. “ Yesung menggeleng – gelengkan kepalanya.

“ Hahaha, gwencana. Lagipula ini tak berat. “

“ Kau ini memang terlalu baik. “ Yesung dan Ryeowook berjalan menuju kelas mereka, namun tanpa sengaja, Yesung melihat Hara bersama seorang temannya juga sedang menuju ke kantin. Wajah Hara kelihatan pucat.

“ Wookie? Boleh aku meminta tolong? “

“ Ne. Ada apa Yesung? “

“ Apa kau mau membawakan semua ini ke kelas. Aku ada perlu sebentar. Ottokhe? Please… “

“ Ne. “ Ryeowook mengangguk.

“ Gomawoyo… “ Yesung menitipkan semua belanjaan mereka pada Ryeowook dan segera berlari mengejar Hara.

Ryeowook hanya tersenyum melihat kejadian tersebut.

***

                “ Ternyata banyak juga ya barang hasil sitaan kali ini… “ Taemin memandangi tumpukan barang barang di hadapannya.

“ Aku sudah mengira ini akan terjadi. Kita kan melakukan razia tanpa pemberitahuan. Salah mereka sendiri membawa barang – barang yang pasti akan kena razia ke sekolah. “ Minho bersikap tak peduli.

Jonghyun mencibir. “ Kau juga dulu pernah tertangkap saat membawa komik ke sekolah kan? “

“ Itu kan dulu… “ Minho membela dirinya.

“ Kenapa kalian malah bertengkar? Aneh – aneh saja. “ Key melerai mereka berdua.

“ Eh,rasanya aku belum mendengar suara seseorang dari tadi… “ Taemin memasang tampang polosnya dan serta merta tatapan Jonghyun, Key, Minho dan Taemin beralih pada seseorang yang memang tak mengeluarkan suara sedari tadi.

“ Wae? “ Yang ditatap malah menatap balik keempat temannya.

“ Tumben kau diam saja… “ Key menatap Onew menyelidik. “ Ada apa? “

“ Tak ada. “ Onew kembali memasang Poker Facenya.

“ Gak mempan… “ Jonghyun meledek Onew.

“ Menurutku Onew sedang memikirkan sesuatu. Apa itu benar? “ Taemin bertanya kembali dengan muka polosnya membuat yang lain tersenyum tak jelas.

“ Aniyo… “ Onew kembali menekuni nama – nama murid yang terkena Razia. Tiba – tiba pintu ruangan Tim Disiplin diketuk seseorang.

“ Nuguseyo? “ Minho membukakan pintu. “ Kenapa kau kesini? “ Dingin dan jutek, Minho berkata seperti itu.

“ Nuguya minho? “ Jonghyun melihat siapa yang mengetuk pintu dan wajahnya langsung berubah kusut.

“ Aku ingin bertemu Onew, dimana dia? “ Yesung bertanya sambil menahan marah.

“ Onew, kau dipanggil… “ Jonghyun segera memanggil Onew. Sang leader Tim Disiplin itu segera menuju pintu Ruang Tim Disiplin.

“ Ada apa kau memanggilku? “ Onew berkata dengan dingin kepada Yesung.

“ Aku ingin meminta kembali novel yang kau sita. “

“ Novel? Novel apa? Seingatku aku tak menyita novelmu. “

“ Memang bukan punyaku. “

“ Lalu punya siapa? “

“ Choi Hara. Hoobae kita, murid 1 -1 . “

“ Kenapa kau yang meminta novelnya? Dia tak bisa meminta novelnya sendiri ? “

“ Kau… “ Ingin Yesung melayangkan sebuah pukulan ke wajah Leader Tim Disiplin ini, tapi mengingat apa tujuannya semula, terpaksa Yesung menahan kekesalannya. “ Jangan bertele – tele. “

“ Maaf ya, tuan Yesung yang baik hati, persyaratannya memang begitu. Orang yang terkena razia lah yang harus memintanya sendiri. “ Onew tersenyum penuh kemenangan di depan Yesung.

“ Aish, sudahlah. Kau memang tak punya hati. Membiarkan seorang yeoja menangis karena kau menyita barang berharganya. “ Yesung berjalan kembali menuju ke kelas sembari menggerutu.

“ Apa – apaan namja itu? Sok Disiplin!! “ Ujarnya sepanjang perjalanan.

Sementara itu, sepeninggal Yesung, Onew terdiam di tempatnya.

“ Gwencana? “ Taemin yang khawatir melihat Onew bertanya.

“ Ah, ne. Gwencanayo. “

“ Kalau begitu, ayo kita kembali ke kelas. “ Minho berkata dengan lantang.

“ Ne, kajja. “ Sahut mereka semua.

***